Bahaya Syaraf Kejepit

2 Jan

Bahaya Syaraf Kejepit

Bahaya Syaraf Kejepit selalu sukar dielakkan. Sebuah saraf terjepit di punggung bawah adalah salah satu keluhan yang umum masuk chiropractic.

Tampaknya sebagian besar keberatan bertumpu saraf terjepit. Padahal sebenarnya, kadang nyeri punggung bawah tidak berefek saraf terjepit sedikitpun.

Namun, itu bukan kondisi umum tetap. Ketika saraf terjepit di punggung bawah hadir maka berbagai derajat nyeri, mati rasa, kelemahan, terbakar, kesemutan, dan tusukan sangat riskan.

Bahaya Syaraf Kejepit

Ada kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Kondisi ini mungkin tidak semua berhubungan dengan saraf terjepit.

Beberapa penyebab yaitu:

  • Memar saraf (tumpul traumatik).
  • Penyakit saraf (multiple sclerosis).
  • Penyakit hormon (hipotiroidisme).
  • Gizi rendah inti vitamin B12.
  • Sindrom myfascial (trigger poin).

Semua kondisi penyebab diatas agak jarang mirip dengan saraf terjepit dengan pengecualian dari sindrom nyeri myofascial.

Biasanya saraf lumbal terjepit disebabkan oleh kompresi dari herniated disc atau stenosis.

Ketika saraf terjepit di punggung bawah adalah pada tingkat disc ada paling sering ditemukan disk menggembung atau herniasi benar. Sebuah menggembung atau herniated disc menekan terhadap satu atau lebih saraf lumbal dan menyebabkan gejala akibat tekanan dan / atau peradangan yang sebenarnya.

Hal ini paling sering ditemukan pada satu atau lebih tingkat disc atau di neuro-foramen. The neuro-foramen adalah area atau ruang antara vertebra yang berdekatan terletak antara sendi facet mana akar saraf keluar tulang belakang.

Jika saraf terjepit di foramen penyebab yang paling mungkin adalah penyempitan foramen (stenosis) karena penebalan tulang, tulang taji atau keselarasan abnormal atau perkiraan sendi permukaan vertebra yang berdekatan. pendekatan ini atau meluncur mengurangi ukuran pembukaan. Oleh karena itu, lebih mungkin untuk menciptakan kekuatan tekan pada saraf.

Dalam banyak kasus saraf terjepit dapat terjadi pada lebih dari satu tempat. Contoh ini akan menjadi saat disk menggembung menekan saraf dan pada saat yang sama saraf sedang dikompresi oleh memacu tulang dari sendi facet atau mungkin dari otot piriformis ketat.

Anda juga mungkin memiliki akar lumbalis saraf beberapa yang terjepit akibat tingkat herniasi, stenosis atau oklusi foraminal.

Sedikit korelasi terkait jumlah saraf terjepit dan jumlah tanda-tanda. Paling sering berupa periode tekanan yang menentukan tingkat keparahan. 

Mayoritas kasus salah satunya ketika saraf punggung bawah terjepit walau intensitas gangguan biasanya hanya urgensi minor. Namun, tekanan yang tidak menyebabkan banyak rasa sakit dalam hakikatnya menjadi perhatian utama serta perlu intervensi bedah segera.

Ciri khusus setelah nyeri pelana atau perineum mati rasa malah kehilangan kemampuan kandung kemih menampung urin atau kendali usus.

Dampak penyakit yang cenderung menyebabkan saraf terjepit di punggung bawah melibatkan:

  • kista
  • pembengkakan (trauma)
  • benda asing (pecahan peluru)
  • Kompresi otot (sindrom piriformis)
  • Jaringan parut (bekas operasi sebelumnya)
  • Bekuan-pendarahan alias hematoma
  • Tumor / kanker

Rasa sakit atau bentuk gejala lain yang mungkin berhubungan dengan saraf terjepit mesti kembali dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan supaya kebutuhan untuk perawatan tidak harus mendesak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *