Efek Samping Lasik Mata Minus Jangka Panjang

25 Mei

Efek Samping Lasik Mata Minus Jangka Panjang

Bagi siapapun yang ingin melakukan operasi guna memperbaiki fungsi mata dengan optimal, waspadai Efek Samping Lasik Mata Minus Jangka Panjang. Ini bertujuan agar anda tidak gegabah dalam mengambil sikap.

Laser Assisted In-Situ Keratomileusis atau disingkat LASIK merupakan satu prosedur menormalkan organ mata yang sudah buram alias rusak lewat sinar laser. Cara tersebut perlahan tumbuh menjadi populer karena dapat mengurangi ketergantungan pemasangan kacamata / lensa kontak dan meningkatkan kualitas melihat pada diri pasien.

Taraf keberhasilan terbilang sebanding besaran biaya dikeluarkan dimana mencapai 15 juta rupiah untuk sebelah bola mata, sementara sepasang 31 juta. Bukan hanya mereka yang mengeluh rabun jauh saja melainkan astigmatisme, rabun dekat termasuk silinderpun bisa ditempuh oleh LASIK.

Efek Samping Lasik Mata Minus Jangka Panjang

Sumber: BBC

Perancangan pembedahan berusaha memelihara refractive error (kesalahan bias) sekaligus membenahi visual. Langkahnya menyayat lapisan kornea lalu disinari, selanjutnya kornea ditutupkan sehingga menempel sendiri tanpa dijahit.

Penting Dipahami, LASIK jangan diberikan apabila kondisinya sebagai berikut:

  • Mempunyai mata presbiopi
  • Penglihatan masih bagus, belum bermasalah
  • Pekerjaan terpengaruh pasca bedah
  • Mengikuti kegiatan yang rentan trauma fisik wajah
  • Kornea tipis maupun pupil besar

Nah, segala penanganan medis berbentuk operasi, sama-sama membawa risiko bahkan komplikasi tidak disadari. Beberapa Efek Tidak Menguntungkan Meliputi:

  • Overkoreksi. Kondisi ini dapat terjadi jika sinar laser menghilangkan jaringan mata terlalu banyak. Overkoreksi lebih sulit untuk diperbaiki daripada underkoreksi.
  • Mata kering. Operasi LASIK dapat menyebabkan berkurangnya produksi air mata yang menyebabkan mata terasa kering, terutama pada enam bulan pertama pasca operasi. Mata kering dapat mengurangi kualitas penglihatan. Kondisi ini dapat diatasi dengan penggunaan obat tetes mata.
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Lebam berwarna pink, merah sekeliling mata
  • Gatal-gatal
  • Penglihatan ganda, halo atau silau. Seusai operasi, pasien dapat mengalami kesulitan melihat waktu malam hari. Selain itu, jika pasien melihat cahaya yang terang, maka muncul halo (lingkaran di sekeliling cahaya) atau penglihatan ganda. Pasien juga dapat mengalami penurunan penglihatan di tempat dengan cahaya redup.
  • Underkoreksi. Memungkinkan jika sinar laser melenyapkan jaringan mata terlalu sedikit menyebabkan kualitas penglihatan yang diharapkan tidak tercapai dengan maksimal. Umumnya terjadi pada pasien rabun jauh (miopia). Untuk mengatasi kondisi ini, pasien dapat diberikan operasi refraktif lain dalam rentang waktu satu tahun untuk menghilangkan jaringan.
  • Masalah flap maksudnya pelipatan atau pemotongan bagian kornea mata (flap) selama pembedahan LASIK dapat berimbas sejumlah komplikasi seperti infeksi, air mata berlebihan, atau peradangan. Selain itu, setelah flap ditempelkan kembali pada lapisan kornea mata, jaringan epitel dapat tumbuh abnormal.

Semoga ringkasan di atas membantu menemukan solusi tepat demi kenyamanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *