Kendala Kesehatan Tubuh Bertumpu Atas Golongan Darah

23 Des

Kendala Kesehatan Tubuh Bertumpu Atas Golongan Darah

Fisik manusia terkadang bisa mengalami yang namanya sakit. Tahukah anda, kendala kesehatan tubuh bertumpu atas golongan darah lho. Apa alasannya?

Mensana in corporesano, kutipan pepatah mengatakan demikian. Kendati sederhana tapi berarti besar yaitu didalam badan yang kuat terdapat jiwa sehat.

Bermula dimana berlinangnya darah mempunyai kategori tersendiri. Hal ini terkait ada atau tidak zat antigen pada sel darah merah serta plasma darah guna jasmani keseluruhan mengenal darah.

Seandainya darah dengan golongan berbeda masuk, secara otomatis sistem kekebalan / imun menganggap objek asing (unidentified) seketika respon menyerbu.

Kendala Kesehatan Tubuh Bertumpu Atas Golongan Darah

Darah dibagi menjadi 3 meliputi:

Golongan umum seperti A, B, AB, dan O. Mereka pemegang tipe A beranti bodi memerangi B maupun anti B. Kebalikannya jika B maka dikunci anti A. Sementara kalangan O bahkan mencakup 2 diantaranya anti B dan anti A. Justru jenis AB tanpa kedua anti tersebut.

AB darahnya disebut penerima universal karena bersifat welcome A, B, AB serta O. Mungkin dapat menyumbangkan masih sama AB. Bila pasien berkategori O dinamakan pendonor universal mampu menyisihkan kepada A, B, AB, juga O. Lain lagi untuk menerima hanya O saja.

Sistem Rh terurai 2 bagian: Rh-positif kemudian Rh-negatif. Rh-negatif boleh memberi ke Rh-positif. Sayangnya Rh-positif sengaja meneteskan pada Rh-negatif berdampak reaksi transfusi.

Darah minor sebetulnya didukung 100 subtipe. Mengenai situasi ini, entah kena efek kecil atau tanpa efek sekalipun.

Faktor risiko penyakit berpatokan golongan darah menurut hasil penelitian:

  • Pemilik O rawan stres melihat taraf hormon kortisol cenderung lebih tinggi ketimbang darah lain.
  • Nyamuk menyukai berdarah O. Institute of Pest Control Technology asal Jepang mengungkapkan berpeluang dua kali lipat. Jangan sedih dulu, info menggembirakannya minim menderita malaria. Protein mematikan yang dikeluarkan susah menempel di O.
  • Darah A dikatakan sejumlah studi berpautan antara A bersama masalah alkoholisme. Intinya membuahkan kecanduan.
  • Mengarah perilaku obsesif kompulsif disingkat OCD dimuat jurnal Neuropsychobiology. Korelasi persisten berusaha giat walau ia diambang penat.
  • Bakteri yang menghuni usus bertentangan .

Semoga mengisi wawasan semakin luas.

#teloletuing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *